Perkuat Spirit Keilmuan, MTsN 1 HST Gelar Kajian Ramadhan 1447 H
- Sabtu, 07 Maret 2026
- Administrator
Pantai Hambawang (MTsN 1 HST) – Dalam rangka mengisi kegiatan keagamaan di bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyah, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Hulu Sungai Tengah (HST) menggelar Kajian Ramadhan yang diikuti oleh guru dan tenaga kependidikan (GTK), Jum’at (06/03/26) di ruang aula madrasah.
Kajian tersebut menghadirkan penceramah Ahmad Husaini, seorang guru yang juga merupakan Pimpinan Majelis Ta’lim Nurul Abshar Desa Banua Kapayang Kecamatan Labuan Amas Selatan. Dalam tausiyahnya, ia menyampaikan pentingnya menuntut ilmu sebagai jalan untuk mengenal Allah SWT secara lebih mendalam.
Dalam ceramahnya, Guru Husaini menjelaskan bahwa dalam menuntut ilmu terdapat beberapa tingkatan kewajiban yang harus dipahami oleh setiap muslim.
Husaini menerangkan bahwa ada tingkatan ilmu yang sangat ditekankan untuk dipelajari, yaitu wajib wajib wajib, wajib wajib, wajib, sunnah, dan fardhu kifayah, yang semuanya harus diseleksi serta dipahami sesuai kebutuhan seorang penuntut ilmu.
“Dalam menuntut ilmu ada beberapa tingkatan kewajiban. Ada yang sangat ditekankan hingga ada yang bersifat sunnah dan fardhu kifayah. Semua itu harus kita seleksi dan pelajari sesuai kebutuhan agar ilmu yang kita pelajari benar-benar membawa kita kepada pengenalan kepada Allah,” jelasnya.
Guru Husaini menambahkan bahwa perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW menunjukkan pentingnya fondasi ilmu tauhid sebelum ilmu lainnya.
“Nabi Muhammad SAW selama 13 tahun di Makkah mengajarkan ilmu ma’rifatullah, yaitu mengenal Allah, kemudian 10 tahun di Madinah menyempurnakan dengan ilmu fiqih. Ini menunjukkan bahwa mengenal Allah adalah pondasi utama sebelum mempelajari ilmu-ilmu lainnya,” tambahnya.
Di akhir kajiannya, Guru Husaini juga menyampaikan beberapa amalan yang dapat dilakukan agar hati terbuka (kasyaf) dalam mempelajari ilmu mengenal Allah. Di antaranya adalah memiliki guru pembimbing spiritual, memperbanyak membaca al-qur’an, mengamalkan shalawat, serta membaca wirid tertentu dengan bimbingan guru.
“Untuk membuka hati dalam mengenal Allah, kita harus memiliki guru murabbi mursyid yang membimbing, membiasakan membaca Al-Qur’an minimal 200 ayat setiap hari, memperbanyak shalawat, serta mengamalkan Wirdul Latif pada pagi dan sore hari dengan mengambil ijazah dari guru,” tuturnya.
Pelaksana Tugas Kepala MTsN 1 HST Khifniyadi, S.Pd.I menyampaikan bahwa kegiatan kajian Ramadhan ini merupakan bagian dari upaya madrasah dalam meningkatkan pemahaman keagamaan sekaligus memperkuat spiritualitas para guru dan tenaga kependidikan.
“Kajian Ramadhan ini menjadi momentum bagi kita semua untuk menambah ilmu agama serta memperkuat keimanan, sehingga tidak hanya siswa yang mendapatkan pembinaan, tetapi juga para guru dan tenaga kependidikan,” ungkapnya.
Salah satu guru yang mengikuti kegiatan tersebut Muhammad Ilmi, S.Pd juga menyampaikan apresiasinya terhadap kajian yang dilaksanakan oleh madrasah.
“Kajian ini sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang pentingnya mengenal Allah dan menuntut ilmu dengan bimbingan guru yang benar. Semoga kegiatan seperti ini terus dilaksanakan,” ujarnya.
Dengan adanya kajian Ramadhan ini, diharapkan seluruh civitas madrasah dapat meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan serta menjadikan bulan suci Ramadhan sebagai momentum memperdalam ilmu agama dan memperbaiki diri. (Rep/Ft : Fauzi/Ahmad)
Artikel Terkait
Optimalisasi Waktu Ibadah, MTsN 1 HST Laksanakan Shalat Ashar Berjamaah Perdana
Selasa, 31 Maret 2026
Tutup Pekan Terakhir Pembelajaran Ramadhan 1447 H, MTsN 1 HST Gelar Kajian Keagamaan untuk GTK
Jum'at, 13 Maret 2026
Pembina Keagamaan MTsN 1 HST Sampaikan 7 Waktu Mustajab Berdoa di Bulan Ramadhan
Kamis, 12 Maret 2026