You need to enable javaScript to run this app.

Tutup Pekan Terakhir Pembelajaran Ramadhan 1447 H, MTsN 1 HST Gelar Kajian Keagamaan untuk GTK

  • Jum'at, 13 Maret 2026
  • Administrator
Tutup Pekan Terakhir Pembelajaran Ramadhan 1447 H, MTsN 1 HST Gelar Kajian Keagamaan untuk GTK

Pantai Hambawang (MTsN 1 HST) – Pekan terakhir kegiatan Pembelajaran Ramadhan 1447 Hijriyah di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Hulu Sungai Tengah (HST) ditutup dengan kegiatan Kajian Ramadhan yang diikuti oleh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Jum’at (13/03/26) di ruang aula madrasah.

Kegiatan kajian tersebut menghadirkan penceramah Guru H. Muhammad Zainal dari Pondok Pesantren Ibnul Amin Pamangkih yang menyampaikan tausiyah tentang bagaimana agar ibadah yang dilakukan seorang muslim benar-benar diterima oleh Allah SWT.

Dalam ceramahnya, H. Muhammad Zainal menjelaskan bahwa ibadah seperti shalat, puasa, dzikir maupun amalan lainnya tidak hanya sekadar dilakukan, tetapi harus disertai dengan hati yang bersih dan niat yang benar agar bernilai di sisi Allah SWT.

“Ibadah itu bukan hanya sekadar dikerjakan, tetapi bagaimana ibadah tersebut diterima oleh Allah SWT. Oleh karena itu kita harus menjaga hati, niat dan keikhlasan dalam setiap amal,” ujarnya.

Penceramah juga mengingatkan bahwa terdapat beberapa hal yang dapat menjadi penghalang diterimanya ibadah seseorang. Diantaranya adalah kecintaan berlebihan terhadap harta benda, pangkat atau jabatan, serta sikap ego yang membuat seseorang merasa lebih hebat, lebih pintar, atau lebih kaya dibanding orang lain.

“Ketika seseorang terlalu mencintai harta, jabatan dan merasa dirinya paling hebat, maka hal itu bisa menjadi penghalang rahmat Allah dan menyebabkan ibadah tidak bernilai di hadapan-Nya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Penceramah memaparkan cara agar ibadah seorang hamba diterima dan bernilai di sisi Allah. Salah satunya adalah dengan selalu menyadari bahwa setiap daya dan upaya manusia tidak terlepas dari pertolongan Allah SWT.

“Ketika kita melaksanakan shalat, jangan pernah merasa mampu sendiri. Semua yang kita lakukan adalah karena pertolongan Allah. Demikian pula ketika berdzikir dan bershalawat, mulut kita mengucapkannya dan hati kita harus benar-benar mengingat Allah,” tuturnya.

Selain itu, H. Muhammad Zainal juga memberikan pesan agar seorang muslim dapat merasakan kebahagiaan dalam beribadah dengan tidak terlalu membandingkan nikmat yang dimiliki orang lain, melainkan lebih banyak bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT.

“Jika ingin gembira dalam beribadah, jangan terlalu melihat nikmat orang lain. Lihat dan syukuri nikmat yang Allah berikan kepada kita,” tambahnya.

Di akhir tausiyahnya, H. Muhammad Zainal menyampaikan empat hal yang dapat menjadi sebab kebahagiaan dan keberuntungan seseorang di dunia dan akhirat, yaitu lisan yang senantiasa berdzikir, bershalawat, bertasbih dan membaca Al-Qur’an, hati yang selalu bersyukur kepada Allah, tubuh yang sabar menerima ujian dan ketidaknyamanan atau sakit, serta memiliki Isteri yang shalehah.

Pembina Keagamaan MTsN 1 HST, Syaipurrahman, S.Pd.I, menyampaikan bahwa kegiatan kajian tersebut merupakan bagian dari rangkaian pembelajaran Ramadhan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman keagamaan serta memperkuat nilai spiritual bagi seluruh GTK di lingkungan madrasah.

“Melalui kajian Ramadhan ini diharapkan para guru dan tenaga kependidikan tidak hanya meningkatkan ilmu agama, tetapi juga memperkuat keikhlasan dan kualitas ibadah sehingga dapat menjadi teladan bagi para siswa,” ungkapnya.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala MTsN 1 HST Khifniyadi, S.Pd.I menyampaikan apresiasi atas terlaksananya seluruh rangkaian kegiatan Pembelajaran Ramadhan baik bagi siswa maupun guru dan tenaga kependidikan dapat berjalan dengan tertib, lancar dan penuh makna.

“Kegiatan Pembelajaran Ramadhan bukan hanya diperuntukkan bagi siswa, tetapi juga menjadi momentum bagi seluruh siswa, guru dan tenaga kependidikan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Semoga apa yang kita pelajari selama Ramadhan ini membawa keberkahan dalam menjalankan tugas dan kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Dengan adanya kajian Ramadhan 1447 hijriyah tersebut, diharapkan nilai-nilai spiritual yang disampaikan dapat menjadi bekal bagi seluruh GTK dalam menjalankan ibadah serta menguatkan peran mereka sebagai pendidik yang tidak hanya mengajar ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada peserta didik. (Rep/Ft : Fauzi/Ahmad)

Bagikan artikel ini:
H. Syaiful Rahmani, S.Ag, M.Pd

- Kepala Sekolah -

Assalamu ‘Alaikum Wr. Wb. Alhamdulillahirabbal ‘alamiin, Puji syukur mari kita panjatkan kehadirat Allah SWT, atas segala rahmat dan Karunia-Nya. Semoga…

Berlangganan